Ciri dan Tutorial Membuat Google Quality Content (untuk SEO yang Lebih Baik)

Dengan Mengikuti perubahan Algoritma-nya tahun 2020 ini (lazim disebut Pkamu  Update).Panduan/guideline ini ditujukan untuk merespon kasus-kasus manipulasi SEO yang dipkamu ng merugikan pengunjung dan tidak memiliki kualitas isi/konten yang sesuai dengan hasil pencarian.

Tujuan dari panduan ini juga untuk mendorong para webmaster melakukan cara dan prinsip dasar SEO yang baik dan dapat memberikan user/pengunjung hasil pencarian yang relevan dan konten yang berkualitas. Google menjamin cara-cara SEO yang direstuinya akan mendapatkan ranking yang baik daripada cara-cara yang manipulatif. Panduan umum dan prinsip-prinsip dasar Quality Content dari Google ialah  sebagai berikut:

  1. kamu bisa membuat halaman-halaman yang disajikan untuk pengguna/pengunjung, bukan untuk search engine. Uasahakan jangan memanipulasi pengunjung atau menampilkan konten ke search engine yang isinya berbeda dari yang ditampilkan ke pengunjung, lazimnya disebut sebagai “cloaking”.
  2. Hindari trik-trik tertentu yang hanya ditujukan untuk meningkatkan peringkat di search engine. Hal yang seringkali dipertanyakan ialah , apakah kamu merasa nyaman dalam menjelaskan apa yang telah kamu lakukan dalam mengalahkan blog/website yang menjadi pesaing? Pertanyaan lain yang juga harus dimunculkan ialah , “Apakah cara yang saya lakukan ini akan membantu user/pengunjung? Apakah saya akan melakukan trik ini sekamu inya tidak ada search engine?
  3. Usahakan kamu jangan terlibat dalam transaksi/negosiasi “link scheme” yang ditujukan untuk meningkatkan rangking di search engine (SERP) dan Pagerank. Khususnya, hindari mengarahkan link ke web spammer atau “situs tetangga” yang memiliki kredibilitas buruk karena ini dapat menurunkan rangking website kamu .

Mengenai “link scheme”, Google memberikan kriteria sebagai berikut:
a. Link yang ditujukan untuk memanipulasi PageRank.

  1. Link ke web spammers atau link ke “situs tetangga” yang buruk.
  2. Jangan terlalu Reciprocal link yang berlebihan dan pertukaran link yang juga terlalu berlebihan (“kamu nge-link ke aku, aku pasti akan nge-link ke kamu”)
  3. Jual beli link untuk meningkatkan PageRank.
  4. Jangan menggunakan program, software atau tool yang tidak di-autorisasi oleh Google untuk menge-check pagerank, search engine ranking, dan lain-lain.  Program-program semacam ini menggunakan sistem komputer yang melanggar TOS (Ketentuan Layanan) Google.  Selain itu, google tak menganjurkan penggunaan produk-produk seperti WebPosition Gold ™ yang mengirim perintah otomatis atau terprogram ke Google.

Panduan khusus Google untuk Quality Content:

  1. Hindari penggunaan text dan link tersembunyi (hidden texts and hidden links)
  2. Jangan gunakan “cloaking” (penggunaan link terselubung) dan redirecting yang tersembunyi.
  3. Jangan kirim query otomatis ke Google.
  4. Jangan memuat/menayangkan halaman dengan keyword yang tidak relevan.
  5. Jangan membuat halaman, subdomain, atau domain yang secara substansial mengandung duplikasi konten (duplicate content).
  6. Jangan membuat halaman yang ditujukan untuk melakukan kejahatan web, seperti phishing atau memasang virus, trojan, atau badware lain.
  7. Hindari halaman “doorway” yang dibuat hanya sebagai mesin pencari, atau yang menyerupai “cookie cutter” seperti program afiliasi dengan konten yang sedikit atau tidak ada sama sekali.
  8. Bila  situs Kamu  berpartisipasi dalam program afiliasi, pastikan bahwa situs Kamu  memiliki kualitas dan nilai bagi pengunjung. Sediakan konten unik dan relevan yang dapat memberikan alasan bagi pengguna/pengunjung memutuskan untuk mengunjungi situs kamu .

Demikianlah apa yang telah disampaikan oleh Google mengenai kriteria Quality Content dalam Google search engine. Terlepas dari apa argumentasi, opini, dan penilaian yang nantinya muncul, akan disajikann pada ulasan dan artikel berikutnya. Artikel ini disajikan secara objektif dan “as is” sebagai gambaran serta pertimbangan dalam melakukan optimasi SEO blog/website.

Leave a Comment